Parigi Moutong Butuh Sosok “Pemimpin Netral” di era PEMILUKADA 2024

Dialogis.id – Aktivis Hukum, Hasbar berkeinginan agar Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura dapat mengevaluasi kinerja Pj Bupati Parigi Moutong (Parimo), Richard Arnaldo.

Foto : Ist

Hasbar menilai Richard memilki keharmonisan emosional dengan sejumlah politisi yang memiliki agenda politik di daerah itu.

Dia kemudian memberikan spesimen dalam konteks Pemilu pada Februari 2024 yang lalu. Saat itu menurutnya, kedua orang tua Richard ikut mencalonkan sebagai anggota legislatif.

“Pada 14 Februari 2024 kemarin kan pak Longky Djanggola jadi Caleg DPR RI, ibunya sebagai Caleg DPRD Provinsi dan anaknya Pj bupati. secara emosional tidak mungkin anak tidak membantu,” jelasnya

Oleh karenanya, untuk menghindari resistensi politik pada pilkada november 2024 yang akan datang, Gubernur Sulteng harus cepat mengambil tindakan dalam mengevaluasi kinerja Richard Arnaldo.

Terlebih lagi, merebak informasi tentang paman dari Pj Bupati yang akan ikut memperebutkan dukungan rakyat Kabupaten Parigi Moutong pada Pemilihan Kepala Daerah November yang akan datang.

“Pilkada sudah dekat mata. Kalau nantinya pak Badrun Nggai maju pada Pilkada. Ini kan Paman dari Pj Bupati Parimo,” terang Hasbar kepada sejumlah awak media baru-baru ini.

“Olehnya, jika ingin menghindari resistensi politik di Parimo jangan sampai orang-orang yang ditunjuk jadi Pj Bupati berafiliasi dengan keluarga politisi yang akan maju,” tambahnya.

Hasbar pun menginginkan, agar Gubernur menunjuk Pj Bupati yang netral alias tidak memiliki kepentingan politik praktis di Parimo.

Harapannya, agar bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik hingga terpilihnya bupati yang baru.

“Harusnya gubernur menempatkan Pj yang netral sehingga bisa menjalankan tugas di masa transisi kepemimpinan di Parimo,” tutup Hasbar.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *