
PARIGI MOUTONG, DIALOGIS.ID – Erwin Burase menegaskan pelantikan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan evaluasi kinerja, bukan praktik jual beli jabatan.
Penegasan itu disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 12 pejabat administrator, 26 pejabat fungsional, serta 101 kepala sekolah di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (2/5/2026).
Dalam sambutannya, Erwin meminta ASN tidak mempercayai pihak-pihak yang mengatasnamakan tim sukses maupun oknum tertentu yang menjanjikan jabatan dengan imbalan uang.
“Kalau ada yang mengatasnamakan tim sukses atau siapa pun untuk meminta uang, laporkan ke kepolisian. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Ia memastikan pemerintah daerah akan menindak tegas pihak yang terbukti terlibat dalam praktik jual beli jabatan.
“Kalau terbukti, kita berhentikan. Ini pelanggaran serius yang tidak boleh terjadi di daerah ini,” ujarnya.
Menurut Erwin, seluruh proses pelantikan dilakukan secara profesional dan sesuai aturan yang berlaku dengan tetap mengedepankan integritas birokrasi.
Ia juga berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta siap bekerja untuk masyarakat.
“Jangan berikan jabatan kepada orang yang terlalu mengejarnya, tetapi juga bukan kepada mereka yang menolak. Yang terbaik adalah mereka yang siap dalam kondisi apa pun,” katanya.






