
PARIGI MOUTONG,DIALOGIS.ID — Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, mengapresiasi kegiatan pemutaran film budaya dan edukasi bahaya narkoba dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong itu diikuti ratusan siswa SD dan SMP.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hardiknas dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Sunarti dalam sambutannya menyampaikan bahwa para siswa yang hadir menjadi penonton perdana tiga film karya terbaik Bidang Kebudayaan.
“Yang ibu cintai, ibu banggakan seluruh siswa SD maupun SMP di Kota Parigi sebagai perwakilan seluruh siswa se-Kabupaten Parigi Moutong yang pada hari ini menjadi penonton pertama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tiga film yang diputar yakni Narkoba dan Cita-cita, Masolora, dan Kakula. Ketiga film tersebut dinilai mengandung nilai edukasi sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
“Film ini sangat sarat dengan edukasi atau pendidikan yang bernuansa budaya, di mana anak-anakku di pundak kalian adalah harapan daerah ini menjadi pelestari kebudayaan kita,” katanya.
Menurut Sunarti, media film menjadi sarana yang mudah dipahami siswa dalam menyampaikan pesan pendidikan karakter, termasuk bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Film menjadi media yang mudah dipahami siswa. Melalui tayangan ini, anak-anak bisa belajar tentang bahaya narkoba sekaligus mengenal budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, film Narkoba dan Cita-cita mengangkat isu penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Sementara itu, Masolora memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal yang hidup di masyarakat Parigi Moutong.
Adapun film Kakula mengenalkan alat musik tradisional dan kebudayaan daerah kepada siswa, terutama bagi yang belum mengenalnya.
“Ada juga yang tahu tentang Kakula? Alhamdulillah kalau yang sudah tahu. Yang belum tahu, itulah gunanya adik-adik menonton,” ucapnya.
Sunarti juga menegaskan bahwa siswa merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan daerah.
“Menjadi putra-putri kebanggaan daerah Parigi Moutong yang kelak akan memimpin dan mengisi pembangunan di daerah yang kita cintai bersama,” jelasnya.






