Penutupan Sejati Cup 2025: Bupati Erwin Burase Dorong Pembinaan Atlet Sepak Bola Daerah Secara Terpadu

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, resmi tutup Turnamen Sepak Bola Sejati Cup 2025 yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Persatuan Sejati, Kecamatan Ongka Malino, Senin 7 Juli 2025. Foto : DIskominfo Kab. Parigi Moutong

Dialogis.id, Parigi Moutong – Turnamen Sepak Bola Sejati Cup 2025 resmi ditutup oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Persatuan Sejati, Kecamatan Ongka Malino, Senin 7 Juli 2025.

Penutupan Turnamen Sejati Cup 2025 yang diikuti 21 tim dari sembilan kecamatan di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong. menjadi penanda berakhirnya kompetisi, namun juga menjadi awal dari harapan baru bagi tumbuhnya iklim pembinaan olahraga yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi wahana kompetisi olahraga, tetapi juga sarana strategis untuk memperkuat jalinan sosial dan membentuk karakter generasi muda melalui semangat sportivitas, kedisiplinan, dan solidaritas.

“Turnamen ini merupakan langkah positif dalam membina potensi pemuda di bidang olahraga, khususnya sepak bola. Diharapkan, kegiatan seperti ini mampu menjadi cikal bakal lahirnya atlet-atlet berbakat yang kelak mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Erwin Burase.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada tim yang berhasil meraih prestasi dalam turnamen tersebut dan mendorong agar pencapaian tersebut dijadikan motivasi untuk terus berkembang. Sementara kepada tim yang belum memperoleh hasil maksimal, ia mengingatkan bahwa setiap partisipasi merupakan bagian dari proses pembinaan jangka panjang.

“Seluruh peserta sejatinya adalah pemenang, karena telah menunjukkan semangat juang dan kontribusi nyata dalam memeriahkan dan menyukseskan turnamen ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung pengembangan sektor olahraga, melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan berkelanjutan, serta penyelenggaraan kompetisi yang terstruktur dan merata di seluruh wilayah kabupaten.

“Olahraga bukan hanya instrumen pengembangan fisik, tetapi juga alat pemersatu yang mampu memperkuat kohesi sosial di tengah keragaman masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti Sejati Cup harus terus didukung dan diperluas cakupannya,” tegasnya.

Laporan : M. Ridwan Sukri**

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *