
Parigi Moutong, DIALOGIS.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, optimistis Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 dapat melahirkan wakil daerah yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Hal itu disampaikan Sunarti saat membuka O2SN dan FLS3N tingkat SD di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta didik dari 23 kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong.
Menurut Sunarti, O2SN dan FLS3N tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan potensi peserta didik di bidang olahraga dan seni sejak usia dini.
“Melalui O2SN dan FLS3N, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, baik di bidang olahraga maupun seni,” kata Sunarti.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana menumbuhkan sportivitas, kreativitas, disiplin, dan rasa percaya diri peserta didik.
“Kami ingin anak-anak Parigi Moutong memiliki keberanian untuk tampil dan berkompetisi. Dari kegiatan seperti inilah bakat-bakat terbaik bisa terlihat dan dibina lebih lanjut,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong yang dipimpin Ibrahim.
Sebanyak 276 peserta mengikuti O2SN, sementara FLS3N diikuti 115 peserta dengan didampingi 23 ofisial.
Pada O2SN, cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi atletik, renang, bulu tangkis, pencak silat, dan senam. Adapun FLS3N mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni gambar ekspresi, menyanyi solo, kriya, mendongeng, menulis cerita, pantomim, dan tari.
Sunarti menilai ajang tersebut menjadi sarana menjaring peserta didik berprestasi yang nantinya akan mewakili Kabupaten Parigi Moutong pada tingkat Provinsi Sulawesi Tengah hingga nasional.
“Kami optimistis akan lahir wakil-wakil Parigi Moutong yang nantinya mampu berprestasi di tingkat provinsi bahkan nasional. Potensi anak-anak kita sangat besar jika terus didukung dan dibina,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan guru pendamping, ofisial, dan orang tua selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami berharap ajang ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa, bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka belajar disiplin, kerja keras, dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” tuturnya.






