Dialogis.id – Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Parigi Moutong tengah mempersiapkan pelaksanaan event Festival Teluk Tomini (FTT) 2024. Kali ini, event gagasan pemda itu nantinya akan digelar dengan konsep ekowisata dan lingkungan, (05/06/2024).

Seluruh ornamen yang digunakan dibuat dari bahan sampah daur ulang yang dikumpulkan dari pesisir pantai di wilayah Parigi Moutong.
“Murni kegiatan ini berkonsepkan lingkungan ecotourism, dimana kita utamakan upaya penyelamatan pesisir Teluk Tomini,” kata Eny Susilowati.
Dengan konsep tersebut diharap dapat menarik banyak pengunjung serta meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya pelestarian lingkungan pesisir di Wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
“Kegiatan kami saat ini sudah dalam proses persiapan sekitar 20 atau 30 persen,” tambahnya.
Festival Teluk Tomini yang masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini dijadwalkan mulai tanggal 28 hingga 30 Juni 2024.
Eny menuturkan, untuk lokasi event ini nantinya akan berpusat di eks lokasi Sail Tomini, Pantai Kayubura, Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, dimana saat ini tengah dilakukan pembersihan dan pembenahan di area lokasi oleh pemda Parigi Moutong.
Sebelumnya, Disporapar Parigi Moutong juga telah melaksanakan beberapa kegiatan pra event dengan mengadakan berbagai lomba, seperti lomba pembuatan video teaser, lomba foto pariwisata, dan lomba jingle, yang nantinya hasil karya peserta dari lomba ini akan ditampilkan pada puncak acara FTT.
“Dalam rangkaian pelaksanaan FTT 2024 ini juga akan diisi dengan pameran bonsai atau pohon santigi, yang secara historis banyak terdapat di sepanjang pantai Teluk Tomini,” bebernya
Di lokasi FTT juga bakal disediakan lapak-lapak bagi UMKM lokal untuk menjajakan kuliner khas Parigi Moutong sebagai bentuk dukungan pemda terhadap perekonomian lokal sekaligus untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada pengunjung.
Dengan persiapan yang matang, FTT 2024 diharapkan menjadi ajang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.






