Irigasi Sausu Atas Masih Surplus Air, Pemkab Parimo Ingatkan Ancaman Perubahan Iklim

PARIGI MOUTONG, DIALOGIS.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendorong pengelolaan air irigasi secara terencana dan berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Meski ketersediaan air di Daerah Irigasi (DI) Sausu Atas masih mencatat surplus, pemerintah mengingatkan adanya ancaman perubahan iklim yang dapat memengaruhi sektor pertanian.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (PIPW) Bappelitbangda Parigi Moutong, I Nyoman Sudiara, saat membuka Rapat Koordinasi Komisi Irigasi Provinsi dan Komisi Irigasi Kabupaten Parigi Moutong di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, 6 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembahasan Rencana Alokasi Air Daerah Irigasi Sausu Atas.

Nyoman mengatakan penyusunan rencana penyediaan air untuk mendukung tata tanam semakin penting seiring meningkatnya persaingan pemanfaatan air, baik di tingkat daerah irigasi maupun daerah aliran sungai.

“Persaingan antar pemakai air semakin meningkat dan sudah sangat mengkhawatirkan. Karena itu, perencanaan kebutuhan air bagi setiap pemakai menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, debit air sungai cenderung menurun dari tahun ke tahun, sementara kebutuhan lahan pertanian terhadap pasokan air terus bertambah. Kondisi tersebut membuat distribusi air perlu diatur secara bergiliran dengan mempertimbangkan jenis tanaman yang dibudidayakan.

Pengaturan pola dan jadwal tanam juga diperlukan untuk mengantisipasi serangan hama, menyesuaikan ketersediaan tenaga kerja dan peralatan pertanian, serta mendukung kegiatan operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi jaringan irigasi yang umumnya dilakukan pada akhir musim kemarau.

Nyoman menyebut pengelolaan sumber daya air kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Air tidak lagi semata-mata dipandang sebagai sumber daya yang melimpah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan fungsi sosial sehingga pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijaksana.

“Terjadi kerawanan ketersediaan air dan meningkatnya persaingan pemanfaatan air antara sektor irigasi dan sektor lainnya, ditambah dengan semakin meluasnya alih fungsi lahan irigasi,” jelasnya.

Berdasarkan laporan Pengamat Irigasi DI Sausu Atas, debit rata-rata Sungai Sausu saat ini mencapai 22,4 meter kubik per detik. Ketersediaan tersebut masih dinilai mampu memenuhi target luas tanam sekitar 5.815 hektare.

Sementara berdasarkan usulan luas rencana tanam dari Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), kebutuhan air irigasi di pintu pengambilan bendung diperkirakan mencapai 14 meter kubik per detik.

Dengan demikian, terdapat surplus debit air sekitar 10,4 meter kubik per detik.

Meski kondisi tersebut masih mencukupi kebutuhan, Nyoman meminta seluruh pemangku kepentingan tetap waspada. Perubahan iklim global yang sulit diprediksi dinilai dapat menjadi ancaman bagi sektor pertanian dan berpotensi menyebabkan gagal panen jika tidak diantisipasi sejak awal.

Karena itu, pengelolaan irigasi membutuhkan sinergi lintas wilayah administrasi dan kolaborasi seluruh pihak terkait. Kerja sama tersebut mencakup perumusan program pengembangan serta pengelolaan irigasi, penetapan alokasi air, hingga penyusunan jadwal musim tanam.

Penguatan sistem irigasi juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2045 yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu pilar utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan.

Nyoman mengungkapkan, Rapat Koordinasi Komisi Irigasi pada 2024 telah menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait rencana tata tanam, alokasi air, dan upaya menjaga keberlanjutan fungsi irigasi.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah kebijakan yang belum berjalan secara optimal.

“Melalui rapat koordinasi ini, kita perlu melakukan peninjauan kembali agar seluruh kesepakatan dapat benar-benar dilaksanakan dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Nyoman berharap seluruh petugas Operasi dan Pemeliharaan (O&P) jaringan irigasi di DI Sausu Atas dapat menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia juga mengajak seluruh pengguna air irigasi memperkuat koordinasi dan kerja sama untuk menjaga keberlanjutan sistem pengairan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Parigi Moutong.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *