Pemkab Parigi Moutong Fokus Kemiskinan, Stunting, dan Posyandu Plus di RKPD 2027

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Aswini Dimple. (Foto: Diskominfo Parigi Moutong)

PARIGI MOUTONG, DIALOGIS.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai merumuskan arah pembangunan daerah untuk 2027 dengan memprioritaskan pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, serta penguatan layanan Posyandu Plus.

Tiga isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Forum Lintas Perangkat Daerah yang digelar di Aula Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (12/3).

Forum tersebut merupakan bagian dari tahapan penyusunan Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Selain membahas isu strategis, kegiatan itu juga menjadi ruang untuk menyelaraskan program antarperangkat daerah agar pembangunan lebih terintegrasi, efektif, dan tepat sasaran.

Mewakili Bupati Parigi Moutong, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aswini Dimple membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Aswini mengatakan forum lintas perangkat daerah memiliki peran penting dalam merumuskan strategi pembangunan yang mampu menjawab persoalan utama di daerah.

Selain pembangunan infrastruktur yang mendukung pelayanan dasar dan pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah menaruh perhatian pada tiga persoalan yang dinilai saling berkaitan, yakni kemiskinan, stunting, serta penguatan Posyandu Plus berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Forum ini bukan sekadar agenda rutin birokrasi, tetapi menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan besar daerah, seperti kemiskinan ekstrem, stunting, dan peningkatan kualitas pelayanan dasar,” ujar Aswini.

Dalam upaya mengurangi kemiskinan, pemerintah daerah menekankan pentingnya program yang berbasis data akurat. Pendekatan tersebut diperlukan agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Program pemberdayaan ekonomi juga diarahkan berjalan beriringan dengan perlindungan sosial. Dengan begitu, kebijakan yang diterapkan diharapkan tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Sementara itu, stunting menjadi perhatian karena berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Aswini menegaskan persoalan tersebut tidak dapat ditangani hanya melalui sektor kesehatan. Upaya pencegahannya juga membutuhkan dukungan terhadap ketersediaan air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, hingga pola pengasuhan di lingkungan keluarga.

“Penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu dan menyentuh langsung hingga tingkat rumah tangga,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pemkab Parigi Moutong mendorong penguatan Posyandu Plus sebagai pusat pelayanan dasar di tengah masyarakat.

Posyandu diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi pusat integrasi berbagai layanan sosial untuk mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Keenam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Di akhir sambutannya, Aswini meminta seluruh kepala perangkat daerah mengedepankan sinergi dan mengesampingkan ego sektoral dalam menyusun program pembangunan.

“Tidak boleh ada lagi program yang berjalan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan sinergi anggaran agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke desa-desa,” katanya.

Melalui Forum Lintas Perangkat Daerah tersebut, Pemkab Parigi Moutong berharap berbagai masukan dari perangkat daerah dan pemangku kepentingan dapat menjadi bahan penyempurnaan dokumen RKPD dan Rencana Kerja (Renja) 2027.

Perencanaan yang dihasilkan diharapkan lebih efektif, terintegrasi, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *