
PARIGI MOUTONG, DIALOGIS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menetapkan lima prioritas utama pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Lima prioritas tersebut disiapkan sebagai arah strategis untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, mengatakan lima prioritas itu meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ketahanan lingkungan berbasis sosial dan budaya, serta reformasi tata kelola pemerintahan yang profesional dan transparan.
Hal tersebut disampaikan Irwan saat memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah dalam Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2027.
“Seluruh prioritas ini disusun untuk menjawab persoalan riil yang dihadapi daerah, mulai dari kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, hingga kualitas SDM yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Untuk menjalankan lima agenda tersebut, Pemkab Parigi Moutong menyiapkan sejumlah program strategis yang diarahkan pada kebutuhan masyarakat.
Di sektor ekonomi, pemerintah daerah akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru, pelatihan tenaga kerja terampil, pemberdayaan generasi muda, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui bantuan usaha dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Sektor pertanian dan kelautan yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah juga mendapat perhatian. Peningkatan produktivitas akan didorong melalui penyediaan sarana produksi, penyaluran pupuk tepat waktu, hingga perlindungan asuransi bagi petani dan nelayan.
Pada bidang pelayanan dasar, kesehatan dan pendidikan tetap menjadi perhatian pemerintah. Program layanan kesehatan gratis, pelayanan kesehatan bergerak (mobile) untuk wilayah terpencil, bantuan pendidikan, beasiswa, pembangunan asrama mahasiswa, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik akan terus diperkuat.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan yang masih banyak diusulkan masyarakat. Tingginya usulan pada sektor pekerjaan umum menunjukkan kebutuhan terhadap pembangunan jalan, jaringan irigasi, serta peningkatan konektivitas antarwilayah masih cukup besar.
Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperlancar distribusi hasil produksi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam RKPD 2027, Pemkab Parigi Moutong memproyeksikan anggaran pembangunan sekitar Rp1,7 triliun. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk belanja operasional, belanja modal, belanja tidak terduga, serta belanja transfer.
Namun, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pemerintah harus melakukan seleksi terhadap berbagai usulan pembangunan yang masuk.
“Kita tidak bisa mengakomodasi semua usulan. Oleh karena itu, setiap program harus benar-benar selektif, menjadi prioritas, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Irwan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan efektif, terarah, dan berkelanjutan.
Melalui RKPD Tahun 2027, Pemkab Parigi Moutong menargetkan pembangunan yang lebih merata, peningkatan daya saing daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.






