H. Sami Soroti Pohon Rawan Tumbang dan Jalan Rusak di Lorong Cinta

PARIGI MOUTONG, DIALOGIS.ID — Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, H. Sami, mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret terhadap kondisi pohon-pohon trambesi di kawasan Jalan Lorong Cinta yang dinilai berisiko membahayakan keselamatan masyarakat.

Desakan tersebut disampaikan H. Sami dalam Rapat Paripurna DPRD dengan agenda penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026.

Dalam forum itu, H. Sami mengatakan dirinya telah berulang kali mengingatkan pemerintah daerah agar melakukan penanganan terhadap pohon-pohon trambesi yang menurutnya sudah tidak layak dan berpotensi tumbang.

“Dari awal saya sudah sampaikan bahwa seluruh pohon di Lorong Cinta itu tidak layak dan harus dimusnahkan. Saya memahami kondisi lingkungan dan saya tahu pohon-pohon itu sudah sangat berbahaya,” tegasnya di hadapan rapat paripurna.

Menurut H. Sami, hingga kini organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dinilai belum mengambil langkah serius. Ia menyebut sebagian besar pohon di kawasan tersebut sudah dalam kondisi miring dan rapuh.

“Pohon-pohon di situ sudah miring ke sana kemari dan tinggal menunggu waktu tumbang. Tolong ini dicatat dan dipahami OPD terkait,” ujarnya.

Kekhawatiran itu, kata H. Sami, bukan tanpa alasan. Ia menyebut pohon tumbang pernah terjadi di kawasan tersebut dan menimbulkan keluhan masyarakat. Bahkan, lokasi pohon tumbang berada di dekat rumahnya.

“Saya sampai jadi bulan-bulanan masyarakat di kompleks situ karena pohon tumbang itu di samping rumah saya. Orang bilang, ‘di situ ada anggota dewan’, yang dimaksud ya saya,” katanya.

Ia juga menilai kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang. Karena itu, ia mengaku memilih tidak melintasi kawasan tersebut pada malam hari ketika cuaca buruk.

“Kalau malam dan angin kencang, saya sendiri tidak berani lewat di sepanjang jalan itu,” ungkapnya.

Selain persoalan pohon, H. Sami turut menyoroti kondisi Jalan Lorong Cinta yang menjadi salah satu akses masyarakat dari sejumlah kelurahan menuju pasar.

Menurutnya, kerusakan jalan, termasuk keberadaan lubang besar, hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai.

“Lubang besar di situ sudah ada sejak zaman megalitikum, tapi tidak pernah diperbaiki,” sindirnya.

Ia berharap pemerintah daerah tidak menunggu sampai terjadi korban jiwa atau kecelakaan lalu lintas untuk melakukan penanganan.

“Pohon trambesi ini beberapa sudah tumbang sendiri. Akarnya tidak kuat karena merambat di atas permukaan jalan dan tidak memiliki akar tunggal yang kokoh. Tolong ini benar-benar dicermati,” pungkasnya.

Melalui penyampaian hasil reses tersebut, H. Sami meminta pemerintah daerah merespons keluhan masyarakat dengan langkah nyata, khususnya terhadap pohon yang berisiko tumbang dan kerusakan Jalan Lorong Cinta.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *