Reses di Kasimbar, Husen Tampung Aspirasi soal Solar hingga Abrasi Pantai

PARIGI MOUTONG, DIALOGIS.ID — Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Husen H. Mardjengi, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 di Kecamatan Kasimbar, Rabu (5/8/2026).

Reses tersebut digelar di dua lokasi, yakni halaman Kantor Desa Kasimbar Selatan dan Dusun 6 Lambagu, Desa Kasimbar Selatan. Pertemuan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, pertanian, kelautan, hingga kebutuhan sosial dan ekonomi.

Pertemuan pertama di halaman Kantor Desa Kasimbar Selatan dihadiri Camat Kasimbar Minhar, S.E., Kepala Desa Kasimbar Selatan beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas, personel Polwan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus TP-PKK, kelompok tani, pekebun, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam dialog tersebut, warga mengusulkan perbaikan jaringan irigasi pertanian, pengaspalan jalan lorong desa, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Trans, serta perbaikan Balai Pertemuan Kantor Camat Kasimbar.

Di bidang sosial dan ekonomi, masyarakat mengusulkan penyelesaian pembangunan gedung Posyandu di Dusun Lambagu beserta pengadaan peralatannya. Warga juga meminta bantuan modal usaha bagi BUMDes untuk pengadaan depot air minum isi ulang, pembangunan pagar dan toilet Masjid Al Ikhlas, serta buku bacaan untuk Karang Taruna.

Persoalan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar turut menjadi perhatian warga. Mereka mengeluhkan sulitnya memperoleh solar setelah diterapkannya sistem barcode.

Pemerintah desa juga mengusulkan adanya peraturan daerah yang mengatur standar harga ikan agar lebih stabil sehingga dapat melindungi pendapatan nelayan.

Pada kesempatan tersebut, Camat Kasimbar menyampaikan permohonan bantuan seragam bagi kelompok ibu-ibu “Wia”. Permintaan itu langsung direspons Husen H. Mardjengi dengan memberikan bantuan tunai dari dana pribadinya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Husen mengatakan seluruh usulan akan menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui DPRD.

“Persoalan sulitnya solar akibat sistem barcode ini sangat krusial karena menyangkut hajat hidup petani kita, sehingga kami di Komisi I akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar ada solusi taktis. Begitu juga dengan usulan Perda harga ikan dari Pak Kades, serta seluruh aspirasi infrastruktur jalan, irigasi, dan kelanjutan Posyandu, semuanya telah kami catat secara komprehensif untuk diperjuangkan sebagai Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dalam pembahasan anggaran bersama Pemerintah Kabupaten,” tegas Husen.

Aspirasi Abrasi Pantai di Dusun 6 Lambagu

Pada sesi kedua di Dusun 6 Lambagu, persoalan abrasi pantai menjadi perhatian utama. Warga meminta pemerintah membangun tembok penahan abrasi sepanjang sekitar 200 meter untuk melindungi permukiman dan bangunan SD Alkhairaat yang terancam.

Selain itu, masyarakat meminta perbaikan akses jalan desa yang putus akibat tergerus ombak.

Kelompok ibu-ibu juga mengusulkan bantuan satu paket perlengkapan prasmanan untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan mereka.

Sementara itu, perwakilan nelayan menyampaikan keterbatasan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Mereka mengajukan bantuan termos penyimpanan ikan. Husen kembali memberikan bantuan secara langsung menggunakan dana pribadinya.

Menanggapi persoalan abrasi, Husen mengatakan kondisi tersebut membutuhkan penanganan karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan fasilitas pendidikan.

“Terkait ancaman abrasi di Dusun 6 Lambagu yang telah memutus jalan desa dan mengancam keberadaan bangunan SD Alkhairaat, ini adalah urusan keselamatan warga yang sangat mendesak. Saya akan mendorong usulan tembok penangkal abrasi ini sebagai penanganan prioritas kedaruratan ke pihak eksekutif. Begitu juga dengan usulan pengadaan alat prasmanan kelompok ibu-ibu, semuanya masuk dalam catatan resmi reses ini untuk kami kawal lewat jalur parlemen,” ujar Husen.

Rangkaian reses di Kecamatan Kasimbar kemudian ditutup dengan makan bersama warga. Suasana keakraban mewarnai penutupan kegiatan saat Husen dan masyarakat menikmati hidangan ikan batu yang disiapkan warga sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan dan pelaksanaan reses tersebut.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *