
PARIGI MOUTONG, DIALOGIS.ID – Pemberantasan narkoba dan penanganan pertambangan rakyat menjadi dua persoalan yang disoroti Kapolres Parigi Moutong, AKBP Heri Edrino Sihombing, S.I.K., M.H., saat memulai tugasnya di Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam keterangannya pada kegiatan penyambutan adat Kaili di lingkungan Polres Parigi Moutong, Selasa (20/10/2026), Heri menyampaikan bahwa kepolisian membutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk menangani persoalan yang berkembang di masyarakat.
Ia menyebut sekitar 80 persen keluhan masyarakat yang beredar di media berkaitan dengan narkotika. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan penanganan kasus narkoba di wilayah Parigi Moutong.
Kapolres menegaskan pemberantasan narkoba perlu ditingkatkan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen. Dukungan masyarakat juga dibutuhkan agar upaya tersebut dapat berjalan lebih efektif.
Di sisi lain, Heri menilai persoalan pertambangan rakyat perlu disikapi secara bijak. Ia mengakui terdapat warga yang menggantungkan penghidupan dari aktivitas tersebut.
Karena itu, tata kelola pertambangan rakyat perlu didorong dengan tetap memperhatikan aturan hukum dan kesejahteraan warga. Penanganannya membutuhkan pertimbangan yang cermat agar aspek hukum dan kondisi sosial masyarakat tetap diperhatikan.
Heri juga meminta dukungan serta masukan dari pemerintah daerah, media, dan masyarakat dalam menjalankan tugas kepolisian.
Komitmen tersebut disampaikannya dalam rangkaian penyambutan adat Kaili yang dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, S.Pd., M.Pd., Ketua DPRD Parigi Moutong, Drs. Alfresh Masboy Tonggiroh, M.Si., jajaran kepolisian, dan insan pers.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan akan mencurahkan perhatian dan tenaga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Sinergi lintas sektor diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus menangani persoalan sosial yang berkembang di Parigi Moutong.







