
PARIGI MOUTONG, DIALOGIS.ID — Perjalanan Hartini bersama sembilan warga lainnya dari Desa Ogobayas, Kecamatan Mepanga, ke Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, tidak hanya untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Rombongan Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Kecamatan Mepanga itu juga mendapat pengalaman baru. Untuk pertama kalinya, mereka masuk dan melihat langsung gedung tempat para wakil rakyat Kabupaten Parigi Moutong menjalankan tugas.
Rombongan datang ke Parigi untuk mengikuti agenda Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Alkhairaat di Auditorium Kantor Bupati, Kamis (17/9/2026).
Sehari sebelumnya, Rabu (16/9), mereka diajak Anggota DPRD Parigi Moutong, Irawati S.A.P., M.A.P., mengunjungi Gedung DPRD Parigi Moutong.
Di sana, warga diperkenalkan dengan sejumlah ruangan yang digunakan dalam aktivitas DPRD, termasuk ruang fraksi dan komisi.
Mereka juga diberi kesempatan melihat ruang kerja anggota legislatif, berfoto, membuat video, hingga duduk di kursi anggota DPRD.
Bagi Hartini, pengalaman tersebut terasa istimewa. Selama ini, Gedung DPRD hanya dikenalnya sebagai tempat para wakil rakyat menjalankan aktivitas kelembagaan.
“Senang sekali, bahagia sekali. Tidak disangka-sangka toh bisa masuk kantor DPR, kayak mimpi begitu,” kata Hartini saat ditemui, Kamis sore.
Ia mengaku baru pertama kali melihat bagian dalam Gedung DPRD secara langsung.
Menurutnya, kunjungan itu membuat warga bisa melihat lebih dekat bagaimana lingkungan kerja anggota legislatif.
“Ternyata anggota dewan ini sangat hebat, dia bawa kita keliling, dia kasih duduk, foto-foto satu-satu orang dia kasih duduk di kursinya,” ujarnya.
Irawati Kenalkan DPRD sebagai Rumah Rakyat
Irawati mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mendekatkan masyarakat dengan lembaga legislatif.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bahwa Gedung DPRD merupakan tempat para wakil rakyat menjalankan tugas dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme kelembagaan.
“Tujuannya yang pertama agar warga mengetahui bahwa itulah rumah rakyat, kita sebagai anggota dewan sebagai perwakilan mereka,” kata Irawati saat dikonfirmasi.
Ia juga memperkenalkan sejumlah ruangan yang ada di Gedung DPRD kepada rombongan WIA Mepanga.
“Kedua memperkenalkan mereka setiap ruangan-ruangan yang ada di kantor DPRD, ruangan fraksi, ruangan komisi,” ujarnya.
Selain mengenalkan lingkungan kerja DPRD, Irawati juga menjelaskan tugas dan fungsi anggota legislatif kepada masyarakat.
“Bagaimana sih kerja anggota DPRD itu, apa yang menjadi tugas dan tupoksi anggota DPRD itu, jadi lebih memperkenalkan tugas anggota DPRD,” katanya.
Kunjungan itu kemudian menjadi ruang interaksi antara warga dan lembaga legislatif. Masyarakat dapat melihat langsung tempat para anggota DPRD bekerja sekaligus mengenal proses kelembagaan dalam menerima dan membahas aspirasi.
Warga Ceritakan Bantuan Kelompok
Selama berada di Parigi, rombongan WIA Kecamatan Mepanga juga menginap di rumah kontrakan yang disebut disediakan oleh Irawati.
Hartini mengatakan kebutuhan konsumsi rombongan selama berada di Parigi juga telah dipersiapkan.
“Jamuan Ibu Irawati luar biasa. Dia sudah siapkan tempat, dia urus makanannya. Sebelum kita ke sini sudah disiapkan semua apa-apa yang dimakan,” kata Hartini.
“Paginya sebelum berangkat ke tempat Maulid, dibelikan jajan. Tadi juga pulang dari sana dibelikan lagi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Hartini juga menceritakan sejumlah kebutuhan kelompok masyarakat di Kecamatan Mepanga yang menurut keterangannya telah mendapat dukungan melalui aspirasi yang disampaikan kepada Irawati.
Untuk kelompok perempuan, ia menyebut adanya bantuan peralatan catering yang dikelola kelompok.
Sementara untuk kelompok laki-laki, Hartini menyebut bantuan mesin paras serta dukungan terhadap akses jalan yang digunakan petani menuju kawasan perkebunan.
“Kalau sebagai ibu-ibu, ada perabotan begitu yang dikelola oleh kelompok, peralatan catering itu salah satunya,” katanya.
“Terus kalau di bagian laki-laki, ada mesin paras. Dia bantu juga jalan yang dilalui petani ke gunung, ada juga bantuannya,” ujarnya.
Keterangan tersebut menunjukkan adanya sejumlah kebutuhan kelompok masyarakat yang disampaikan kepada wakil rakyat. Namun, informasi mengenai jenis bantuan, penerima, sumber anggaran, nilai bantuan, serta mekanisme pengusulannya tetap penting diketahui agar dapat ditelusuri secara transparan.
Bagi Hartini dan sembilan warga lainnya, perjalanan dari Ogobayas ke Parigi akhirnya memberikan pengalaman lebih dari sekadar menghadiri Maulid Nabi.
Mereka pulang dengan cerita tentang pengalaman pertama masuk Gedung DPRD, melihat ruang kerja wakil rakyat, bahkan duduk di kursi yang selama ini hanya mereka lihat dari luar.
Bagi warga, pengalaman itu menjadi cara sederhana untuk mengenal lebih dekat lembaga yang disebut sebagai “rumah rakyat” tersebut.






